Hallo guys!!❤💅
Semoga part ini kalian menyukainya ya!💗💗🔥
Jangan lupa meninggalkan vote dan komennya juga 🎉🎉
Let's star!
Happy Reading💖💖
Typo di tandai!!
°°°°
Misel menatap kosong ke bawah balkon kamarnya.Membiarkan hawa dingin menusuk tubuhnya,semua lampu dari rumah tetangganya sudah di matikan menandakan mereka telah tertidur.
Misel menarik nafasnya dalam-dalam lalu tersenyum samar,dia suka suasana seperti ini,sunyi dan hampa.Dimana hanya ada dirinya,rembulan dan suara burung hantu di sekitar tidak ada cacian dan makian dari orang lain.
“Dari mana saja kamu,mas? Kenapa baru pulang sekarang?!”
Tiba-tiba Misel mendengar keributan dari bawah,ia segera keluar dari kamarnya lalu bersembunyi di balik tembok mengintip.
“Jangan banyak tanya kamu,minggir! Saya mau tidur,saya capek!!” Di bawah sana Papanya mendorong Mamanya kasar,kemudian melangkah oleng segera menjauh dari sana.
“Kamu habis main sama para perempuan itu?! Dan ini juga,kamu mabuk?!” Yuna memegang kerah baju Bryan langsung di tepis kasar olehnya.
“Kalau iya memangnya kenapa? Apa urusan kamu?!” tanya Bryan sengit.
Yuna menjambak rambutnya frustasi,dia menangis.“Aku ini istri kamu mas! Kamu harusnya sadar,kita itu sudah punya Misella!”
Bryan tertawa meremehkan,kemudian menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan wajah Yuna.
“Anak menyusahkan itu hanya anak kamu! Dia bukan anak saya! Paham kamu?!”tangisan Yuna semakin keras.
“Misel anak kamu,anak darah daging kamu mas! Seharusnya dia kamu sayangi dan cintai mas!”
“Sampai kapan pun saya tidak akan menganggapnya anak! Dan saya ingatkan pada kamu,jangan sok menasehati saya jika kamu saja belum bisa menerima dia.Paham kamu?!” Bryan menaiki tangga dengan sempoyongan,dari belakang Yuna memeluknya seraya terisak kecil.
“Lepasin saya! Jika kamu tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi,lepas!!”Bryan geram mendorong Yuna,hampir saja istrinya itu terjatuh jika tidak cepat berpegangan.
“Jika pun saya harus menyayangi dan mencintai,yang pantas mendapatkan itu hanya Mauren bukan anak sialan itu!”tubuh Yuna merosot kebawah dan mulai menangis sejadi-jadinya.
Sedangkan Misel yang bersembunyi juga menangis melihat kedua orang tuanya bertengkar karena dirinya,selama ini hanya kali ini Misel melihat orang tuanya bertengkar hebat.
Misel bersandar pada tembok,memeluk lututnya sendiri.Apa yang tidak ia ketahui selama ini,apa rahasia yang kedua orang tuanya sembunyikan.
Dia segera menghapus air matanya lalu menghampiri Mama nya yang terlihat rapuh kemudian memeluknya.
“Mama,m-maaf—”
“Menjauh dari saya.”ketus Yuna menahan tangisnya namun Misel tak kunjung melepaskan pelukannya.
“Kamu tuli?! Menjauh dari saya,sialan!”tubuh Misel di dorong kasar.
BẠN ĐANG ĐỌC
MISELLA
Lãng mạnAku kesakitan Aku butuh dukungan Aku kesepian Namun siapa yang peduli?Karena takdirku hidup hanya untuk di benci dan di abaikan. Aku butuh kasih sayang kalian Aku butuh simpati kalian Aku butuh rangkulan kalian Tetapi lama kelamaan aku sadar aku ti...
