dua

312 24 3
                                    

Author's pov

Matahari sudah menyinari bumi dengan seluruh tenaganya. Kini di korea sudah menunjukan jam 12 siang. Kulihat floopy sedang memainkan tangannya sendirin

"Floopy, apa kau tidak bosan di kamar terus?"

"Emangnya kenapa jimin hyung?"

"Ayo kita ke taman bermain bersama-sama"

"Ah, aku tidak mau hyung. Lagi pula aku takut sinar matahari hyung dan aku juga takut kalau terlalu ramai"

"Baiklah"

"Hyung, sore nanti ketika matahari mulai tenggelam dan menghilangkan cahayanya aku pergi ya hyung"

"Kemana?"

"Aku mau cari kerja hyung"

"Aish, kau tidak mempercayai hyung"

"Bukan begitu hyung, tapi....."

"Tapi apa? Belum cukupkah apa yang hyung berikan seminggu ini"

"Maaf hyung, terima kasih buat semuannya hyung. Tapi aku cari kerja buat biaya sekolahku. Tidak mungkin aku putus sekolah sampai disini"

"Hyung tidak mau kamu kerja dengan phobiamu itu. Hyung sangat khawatir"

"Baiklah hyung"

"Besok hyung panggil guru untukmu"

"Benarkah hyung, Gomawo hyung"

.
.
.
.

Suga pov

Pagi-pagi begini sudah kedatangan tamu. Ternyata gurunya floopy. Tidak apalah yang penting floopy bahagia. Kami harus menerima semua keadaanya.

"Baiklah, mari kuantar ke kamar floopy"

.
.

Kuantarkan guru floopy menuju kamar jungkook. Ia sudah membawa tas coklatnya yang sepertinya dipenuhi oleh buku-buku.

"Floopy, buka pintunya hyung mau masuk"

"Iya hyung"

Cklek~

"Ini gurunya ya floopy, floopy belajar sama dia"

"Terima kasih hyung"

.
.
.
.

Floopy pov

Sepertinya hanya ada aku dan songsaengnim saja disini. Kalau tidak salah suara langkah sepatu semutpun terdengar. Guru itupun akhirnya mulai mengeluarkan beberapa katanya.

"Ah, kenalkan namaku taec yoon. Siapa namamu adik kecil"

"Nama ku park bo-ra songsaengnim"

"Jangan panggil songsaengnim, panggil hyung saja" umurku masih 22"

"Baiklah"

"Berapa umurmu?"

"17"

"Baiklah, kita mulai darimana"

.
.
.
.

"Hyung pulang dulu ya, kau belajar yang benar. Jangan lupa selesaikan pr mu"

"Wah, kalian akrab sekali ya. Padahal baru kenal" sambung jimin dari belakang taec yoon.

"Ah, tidak hyung"

"Kau punya handphone tidak?"

"Aku... tidak punya hyung, hehehe" kugaruk tengkuk kepalalu yang tidak gatal ini.

"Punya, dia punya handphone" aku membulatkan mataku karena uang saja aku tidak punya apa lagi hp.

"Bolehkah hyung minta id line kamu?"

"Ini" dikasihnya hp dengan casing photo jimin yang lucu sedang memakai kacamata, dan dari jauh terlihat bahwa ia sedang memajukan bibir eksotisnya. Aku tau itu bukan hpnya jimin hyung. Itu hp siapa ya.

"Makasih jimin"

"floopy ini hpmu. Jaga baik-baik pemberian hyung" aku kaget sekaget-kagetnya. Kuatur nafasku yang mulai tidak berarturan ini.

"Ah, hyung. Benarkah? Terima kasih hyung. Hyung sangat baik padaku"

"Sama-sama floopy. Tapi jangan terlalu banyak main hp ya"

"Baiklah, hyung"

.
.
.
.

Line

Kookie : floopy udah tidur?.

Floopy : belum hyung ada apa?.

Kookie : besok floopy mau gak hyung ajarin matematika?.

Floopy : boleh hyung. kebetulan besok taec yoon hyung ada acara jadi dia tidak bisa mengajar.

Kookie : baiklah.

Floopy : tapi hyung kita kan tidur bersebelahan.

Kookie : oh, iyaya. Tidak apalah supaya hp baru kamu ada gunannya.

.
.
.
.

Line

Chim : floopy tidur. Jangan line mulu sama jungkook.

Floopy : iya hyung, kok hyung tau.

Chim : apa yang kamu lakukan di hp kamu, hyung tau semuanya floopy.

Floopy : baik hyung.

Chim : floopy.

Floopy : iya hyung.

Chim : floopy sayang jimin hyungkan?

Floopy : tentu hyung, memangnya ada apa?

Chim : jangan pernah meninggalkan hyung ya.

Chim is calling

Call answer

Call ended. Duration 2:13:23

Gimana masih belum bagus ya.
Tenang selanjutnya gua jamin bagus.

#jimin's dongsaeng

Buat vomentnya ditunggu ya.
Jangan lu follow.

Baca juga bts imagine with you. Dan doctor.

BTS WITH THE PHOBIA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang