BAB 117 - Turun Dengan Baam!!

472 9 1
                                    

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini cakarnya tidak hancur, itu tetap utuh. Saat itulah Deizu menyadari kekuatannya telah melonjak naik, dan kemudian menusukkan cakar lainnya padaku.

Memang disayangkan bahwa pakaianku telah rusak. Aku menangkap cakar itu dan mencoba menghancurkannya menggunakan kekuatan genggamanku. Apakah insting beastnya menyentak, dia langsung melompat mundur dan mengambil jarak tertentu dariku.

Kupikirkan itu dalam waktu singkat. Deizu langsung menutup jarak dan melancarkan tendangan memutar padaku, aku menghindarinya.

Menaiki momentum itu, Deizu memutar tubuhnya di udara sambil menyerangku dengan backswing. Aku menghentikan tangannya dengan kakiku kali ini.

Cakar lainnya yang bebas datang menyerangku sesaat setelah kakinya menyentuh tanah. Aku menggenggam cakarnya dengan niat benar-benar menghancurkan itu kali ini. Namun, serangan Deizu tidak berhenti di situ. Wajah mendekatiku saat masih di posisi ini, dan kemudian dia membuka mulutnya lebar dan mencoba menggigit leherku.

Aku mengulurkan lengan yang kosong di depan Deizu untuk digigit. Dia mengunyah lenganku untuk memotongnya dengan gigi, tetapi menyadari itu sia-sia, dia melompat mundur lagi untuk mengambil jarak tertentu. Bagian pakaian yang digigitnya sudah lepas.

Apa ini? Satu sisi bajuku robek dan sisi lain compang-camping.... Apakah penampilanku tampak aneh sekarang? Aku agak merasa malu.... haa~a....

Mari kita kesampingkan masalah baju untuk sekarang. Aku harus membereskan Deizu di hadapanku ini.

Memang mudah mengalahkannya tetapi masalahnya adalah apa yang terjadi setelah itu.... menurut pengalamanku sampai saat ini, setelah memuntahkan bola merah, dia akan memasuki kondisi di mana aku tidak tau apakah dia akan hidup atau mati. Ada pengecualian dalam kasus Haosui.

Alasan kenapa dia sangat marah.... jika mungkin aku ingin mendengarnya langsung darinya, aku memikirkan cara melakukan itu sekarang....

Namun, pihak lain dalam kondisi seperti itu, aku punya perasaan kesadarannya bertahap bergeser ke arah yang aneh dan mustahil untuk diajak bicara....

Okeh, aku perlu mengantisipasinya dulu. Jika Deizu diam, orang-orang garis keras di sekitar mungkin sedikit tenang. aku perlu berpikir menghentikan pertempuran ini sebagai prioritas utama sekarang juga.

Selagi berpikir hal itu aku berbicara pada Deizu.

「Aku akan memukulimu sekarang juga. Jangan mati karenaku, oke?」 (Wazu)

「GRRRR.... BUNUH.... BUNUH MANUSIA!!」 (Deizu)

Tidak berguna, suaraku tidak bisa mencapainya. Mau bagaimana lagi. Aku harus mengusahakannya paling tidak.

Dia tidak menaruh perhatian pada yang lain dan langsung ke arahku lagi. Sepertinya dia benar-benar terobsesi membunuhku. Namun, aku akan menjadi pihak yang menyerang kali ini.

Aku berpindah di hadapan Deizu dalam sekejap. Dia panik ketika aku tiba-tiba muncul di hadapannya dan mengayunkan cakarnya ke arahku dengan reflek. Tindakannya sangat lambat di mataku.

Aku menggenggam lengannya yang tengah berayun, menyegel pergerakannya dengan memutar lengannya, dan menendang tubuhnya menggunakan sedikit kekuatan.

Tendanganku tenggelam dalam tubuhnya, dan kemudian Deizu terpental ke udara pada kecepatan yang luar biasa. Aku menaruh kekuatan pada kakiku dan mengejar sosok Deizu yang mengambang di udara.

Dalam sekejap mata aku menyusul Deizu yang masih mengambang di udara dan kemudian memukul jatuh dirinya. Tubuhnya jatuh dengan kecepatan yang hebat menuju tanah.

Sono Mono Nochi Ni Nahato Où les histoires vivent. Découvrez maintenant