Part 19

500 38 0
                                        

Enjoy the story...

Author pov.

Seorang pria dengan tubuh yang hanya tertutup pakaian lusuh dan kotor menelusuri jalan ditengah hutan. Sudah sejak 2 atau, entahlah yang jelas sudah beberapa hari ia berjalan tanpa arah ditengah hutan yang gelap dan juga rimbun itu.
Ia tersesat. Ia tak bisa mencium aroma apapun. Ia juga tak bisa menghubungi siapapun. Ia juga tak tahu kenapa pikirannya serasa terkunci dari jangkauan siapapun. Sebagaimana ponsel tanpa signal, ia juga kehilangan arah ditengah hutan. Ia hanya bisa bertahan hidup dengan memakan apapun yang bisa ia temui.
Bahkan joy wolfnya juga tak tahu ia sekarang berada di mana.
Ya dia adalah gamma diego van deer yang asli. Dia tak bisa menemukan jalan ditengah rimbunnya hutan belantara ini.

"lepaskan saya.. Dasar kalian pria biadab..."
Suara teriakan kecil seorang perempuan ditengah hutan membuat diego terdiam.
Ah tidak volumenya sangat kecil. Mungkin ia berada jauh, sangat jauh dari tempat nya berada.

Bagaimana joy, kita ikuti suara itu atau tidak?
Diego bimbang.

Entahlah aku juga bingung..
Tapi setidaknya jika kita bertemu seseorang, paling tidak kita bisa bertanya arah ke pack...
Saran yang bagus dari joy, wolf diego.

Kau benar...
Ayo kita kesana...
Diego berlari ke arah sumber suara perempuan itu.
Saat mulai mencium aroma seseorang, diego bersembunyi dibalik rimbunnya semak semak. Ia melihat seorang gadis tengah di seret paksa oleh seorang pria.
Rambut gadis itulah yang di cengkeram kuat oleh pria bertubuh besar bak preman pasar itu. Hingga mau tak mau gadis itu mengikuti jalan pria itu agar rambutnya tak habis.
Wajah dan tubuh gadis itu kotor
Mungkin ia beberapa kali ia jatuh ke tanah.
Bibirnya tak henti hentinya mengumpat keras pada pria kasar itu.

"sialan kau ini..
Tutup mulutmu atau kurobek mulutmu itu..."

"aku tak akan diam sebelum kau melepaskan ku dan mengembalikanku pada orang tuaku..."

"apa aku harus memperkosamu dulu, baru kau diam dan tak melawan...
Lagipula sebentar lagi kau juga akan dijual dan dirusak, bukan...?"
Ucapa pria kekar itu membuat gadis itu terdiam. Matanya terbelalak. Dan rasa takut dalam dirinya terlihat sangat besar.
Tak hanya gadis itu, diego juga terkejut mendengar penuturan pria itu.

Rupanya pria itu adalah salah satu orang yang melakukan sindikat jual beli perempuan...
Diego berbicara dalam hati.

Sementara jangan selamatkan gadis itu...
Lebih baik kita ikuti dia dulu...
Joy mengatakan apa yang menurutnya harus dilakukan.

Baiklah... Kita ikuti mereka pelan pelan.. Baru lah nanti bila sudah mendekati markas mereka, baru kita selamatkan gadis itu...
Joy mengedipkan salah satu matanya dalam pikiran diego,menyetujui perkataan humannya itu.

"lepaaaaas.. Lepasskan akuuuu..."
Gadis itu meronta semakin kuat. Ia sengaja menendang bagian utama alat vital pria itu dengan keras. Membuat pria itu reflek memegang kemaluannya dan melepas cengkeramannya pada rambut gadis itu.
Melihat ada kesempatan, gadis itu berlari sekencang yang ia bisa menjauhi pria bertubuh besar yang tadi menculiknya.
Pria itu menculiknya beberapa hari yang lalu saat ia tengah mencuci pakaian di sungai sendirian saat pagi buta.
Ia sangat menyesal tak menghiraukan peringatan ibunya untuk tak pergi sendirian ke sungai. Karena di desanya sudah terdengar rumor bahwa banyak perempuan muda yang di culik untuk di jual ke pack lain untuk dijadikan pelacur atau budak sex tiap pembelinya.

"maafkan aku ibuuuu...
Hiks hiks..."
Gadis itu berlari sekuat tenaganya sambil menangis. Pria kekar itu mengejar tawanannya saat sadar gadis itu lari dari jangkauannya.
Diego ikut berlari mengikuti dua orang di depannya. Ia sebenarnya tak ingin gadis itu kenapa napa. Tapi demi untuk mengetahui sarang penculik itu, ia tak langsung menolong gadis itu.
Dan,

I'm Alpha Damian [END]Donde viven las historias. Descúbrelo ahora