Part 68

834 115 30
                                        

Jangan lupa tinggalin jejak dengan vote dan komen ya bestie.
Thank you!!

 Thank you!!

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

*
*
*

Setelah menempuh perjalanan cukup lama dan panjang, akhirnya rombongan tiga keluarga itu tiba juga di lokasi. Mereka memang tidak terjebak macet, tapi lalu lintas cukup ramai tadi sehingga mereka tiba ketika hari sudah mulai malam.

Semuanya keluar dari mobil dan mengeluarkan barang mereka dari bagasi. Begitupun dengan Jevano yang kini membantu Aletta mengeluarkan barang bawaannya.

"Miwa bisa?" tanya Jevano yang melihat Shamiwa tampak kesusahan mengeluarkan barangnya.

"Bentar, kak, ini kayaknya ada yang nyangkut deh." Sahut Shamiwa yang masih terus berusaha.

"Sini kakak bantu," ujar Jevano mulai membantu Shamiwa. Badan gadis itu yang ringkih membuat Jevano tidak tega.

Aletta yang melihat hal itu mencoba untuk biasa saja. Memang sudah menjadi sifat Jevano yang tidak bisa melihat orang lain kesulitan. Sementara barangnya sudah dikeluarkan tadi berkat bantuan dari Jevano juga.

"Miwa gimana? Bisa?" tanya Elvino yang baru datang. Ia sudah hampir masuk ke resort sebelum akhirnya menyadari tidak adanya keberadaan sang adik. Membuat Elvino memutuskan untuk kembali ke mobil guna memastikan Shamiwa tidak ada kesulitan apapun.

"Bisa, kak. Tadi dibantu kak Jevan." Jawab Shamiwa setelah barang bawaannya berhasil di keluarkan. Barang gadis itu tak terlalu banyak, hanya sebuah tas berukuran sedang.

"Apa?" sinis Aletta ketika Elvino menatap ke arahnya.

"Tadi ngotot banget gak mau di bangku belakang. Tapi kalo sama Jevan fine-fine aja tuh." Cibir Elvino.

"Biarin, kan sama ayang," balas Aletta dengan menjulurkan lidahnya.

Melihat dua saudara yang mulai bertengkar, Jevano buka suara. "Yuk masuk! Yang lain udah pada nungguin." Ajaknya seraya menutup kembali pintu bagasi.

Keempatnya lantas berjalan meninggalkan tempat parkir untuk masuk ke dalam resort. Menyusul para orang tua, Shereen dan Kayzan yang lebih dahulu sudah berada disana.

"Waaah gede banget resortnya." Gumam Aletta penuh kagum menatap sekeliling resort. Tak hanya besar, tapi juga mewah. Bahkan ada kolam renang di samping resort.

Meski bukan pertama kali Aletta datang ke tempat seperti ini, Aletta masih saja berdecak kagum. Karena begitu lah Aletta yang selalu kagum dengan hal-hal kecil.

"Udah diambil semua barang-barangnya?" tanya Devano yang serempak dijawab 'sudah' oleh semua.

"Karena udah malam, langsung dibagi aja ya kamarnya biar kalian bisa langsung istirahat." James menyahut. "Jadi di resort ini ada lima kamar. Kamar 1, 2 sama 3 buat om Devan, om James sama om Edwin. Dua kamar lainnya dipakai buat kalian, para anak-anak."

Hello, AlettaWhere stories live. Discover now