#26

2.1K 185 6
                                    


Author POV

"Pagi semua!!" Hami yang penuh ceria tapi tampang masih kacau karna baru bangun tidur itu menuruni tangga dan duduk di meja makan.

"Loh? Appa belum bangun?"

"Eittss! Cuci muka dan gosok gigi dulu sana!" Kata Ny. Choi atau sering dipanggil Hami, eomma, menahan Hami saat ingin mengambil sepotong roti diatas piring.

"Halah eomma... Aku sudah lapar." Hami memasang wajah melas kepada eommanya.

"Biarkan saja dia. Ayo makan!" Appa Hami baru datang dan duduk, langsung melahap semua menu sarapan pagi ini. Appa Hami tampangnya sama persis dengan tampang Hami. Mereka berdua baru bangun tidur.

"Tuh! Appa saja tidak keberatan." Merasa ada temannya Hami pun melahap semua sarapan didepannya tanpa menghiraukan eommanya yang berdiri di sebelahnya.

"Terserah kalian berdua. Dasar!" Kata eomma.

Keluarga kecil itu bahagia bisa sarapan pagi bersama. Bagi Hami ini sangat jarang sekali terjadi mengingat kedua orang tuanya itu sibuk dengan pekerjaan mereka.

"Oh ya! Eomma sama Appa kemarin malam menjenguk siapa di rumah sakit?" Hami bertanya kepada orang tuanya dengan mulut yang masih mengunyah.

"Ummm... Ki-kita menjenguk.." Ny. Choi sangat gugup menjawabnya.

"Menjenguk?" Hami semakin menatap eommanya dalam.

"Hmm..." Eomma sangat sulit membuka mulutnya. Malahan ia menutup mulutnya rapat-rapat. Takut.

"Eomma! Menjenguk siapa?" Hami kesal karna eommanya tidak kunjung melanjutkan perkataannya.

"Menjenguk teman. Bilang gitu aja susah." Akhirnya Tn. Choi yang menjawab.

"Ne! Teman SMA eomma dulu. Dia sakit kanker." Ujar ny. Choi menyakinkan.

"Ohh.." Hami melanjutkan makan dengan lahap.

Tn. dan Ny. Choi saling memandang satu sama lain. Mereka berdua sedikit lega Hami percaya dengan apa yang diucapkan tadi.

.
.
.
Hami POV

"Dah, eomma! Hami berangkat dulu." Aku melambaikan tangan kepada Eomma dan memasuki mobil yang dikemudikan oleh Appa.

Setelah sampai disekolah, aku berpamitan dengan Appa. Saat aku ingin memasuki gerbang sekolah, aku putar lagi badanku.

"Oh ya! Appa! nanti aku tidak usah dijemput ya."

"Loh? Kenapa?"

"Karna Jimin yang akan menjemputku." Ujarku dengan senyuman manis mengingat wajah orang tampan menjemputku nanti.

"Jimin?" Tanyanya.

"Ne. Ya sudah aku masuk dulu." Aku melambaikan tanganku dan berjalan ke arah sekolah besar ini.

Aku menaiki tangga menuju kelas. Sudah kuduga, kelas ini masih sepi.

Aku duduk dibangkuku dan menatap luar jendela. Hari ini cuaca sedang mendung jadi udara disini sedikit dingin.

"Mending aku mendengarkan musik saja." Aku mengeluarkan earphone dari dalam tasku dan memasangnya ditelingaku. Musik mulai berputar. Aku lanjut memandang cuaca diluar. Musik di HPku ingin semakin lama semakin membuatku mengantuk. Aku menguap berkali-kali sampai air mataku keluar.

.
.
.

Bruakk!

Aku lepas earphoneku saat mendengar dobrakan keras. Aku lihat sekitar kelas ini, ada seorang laki-laki sedang menulis sesuatu di papan dengan spidol hitam.

DON'T BE BLIND; PJM ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang