#Part 17

7K 501 20
                                        

Sorry gua publish lagi cuman buat Nambah lagu. Sok sambil diputar, lagunya melow coy :'(

[Lisa POV]

Dan betapa kagetnya gua lihat ada satu mobil yang melaju cepat dengan Yuqi didepan nya. Hanya beberapa meter lagi....

"YUQI AWAS!" Teriak gua mencoba memperingatinya, Yuqi melihat gua dan hendak menghampiri gua tapi terlambat. Gua menutup mata gak sanggup dengan apa yang akan gua lihat.

BRUK!!!

Tiba-tiba gua dapat mendengar suara seperti sesuatu tetabrak, gua meneteskan air mata, gak mungkin Yuqi kan? Gua langsung lari menghampiri Yuqi dan ternyata dia baik-baik saja, hanya saja Yuqi masih diam ditempat mungkin dia shock? Tunggu! Kalau bukan Yuqi jadi yang tertabrak siapa dong?

"Yuqi ya ampun! Lo baik-baik aja kan?" Tanya gua khawatir sambil melihat seluruh tubuhnya.

Yuqi menganggukkan kepala, "g-gua baik-baik a-aja Lis, tapi gua kaget tiba-tiba ada yang dorong gua dan g-gua lihat c-cowok itu tertabrak." Kata Yuqi terbata-bata.

"AMBULANCE TOLONG! SIAPAPUN PANGGIL AMBULANCE!" Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak meminta dipanggilkan ambulance. Jangan bilang! Jangan bilang yang butuh ambulance adalah cowok yang tertabrak itu.

Gua langsung menghampiri kerumunan orang yang mungkin sedang mengelilingi cowok itu dan mencoba menerobosnya.

DEG!

"JUNGHAE!" Teriak gua histeris dan menghampiri tubuhnya yang sudah bersimbah darah. Gua menggelengkan kepala tidak percaya dengan semua ini, "Junghae hiks! P-Please tetaplah sadar! Hiks! Please jangan tinggalin gua! Junghae!!!" Teriak gua mencoba untuk tetap menyadarkan nya. Gua menutup mulut tidak percaya, baru saja dia menyatakan perasaannya ke gua dan sekarang dia sudah diambang kematian.

"L-Lisa." Tiba-tiba ada yang memanggil gua dan ternyata Junghae yang memanggil gua. "Ya Junghae?" Tanya gua sambil menetes kan air mata.

Junghae tersenyum lirih, "jangan menangis, g-gua g-gak s-suka." Katanya dengan terbata-bata.

"Kenapa Junghae?! Kenapa harus seperti ini?! Please Junghae apapun yang terjadi tetaplah bertahan!" Kata gua sambil nangis tersedu-sedu.

Junghae dengan sekuat tenaga menempatkan tangan nya di pipi gua, "i do this because i know that girl is your friend right? Dan g-gua gak m-mau l-lo k-kehilangan s-seorang t-teman." Kata Junghae dengan terbata-bata sambil mengelus pipi gua. "I-i will a-always l-love y-you L-Lisa, L-Lisa b-boleh g-gua m-minta s-satu permintaan terakhir?" Tanya Junghae.

"A-apa?" Tanya gua.

"Jangan lupakan gua walaupun gua akan menutup mata." Kata Junghae yang langsung gua geleng. "Gak Junghae! Lo harus bisa bertahan, demi gua please?" Kata gua dengan lirih diakhir.

"G-gua y-yakin a-akan a-ada c-cowok y-yang l-lebih b-baik d-dari g-gua. I L-Love y-you L-Lisa." Kata Junghae lalu dia menutupkan mata untuk selama-lamanya.

"JUNGHAEEE!!" Teriak gua. Gua mengguncang badannya mencoba menyadarkan nya kembali, tapi gak berhasil. Please jangan bilang dia benar-benar meninggalkan gua untuk selama-lamanya? Please siapapun bilang gua.

"JUNGHAEEE!!!" Teriak gua sambil mengguncang-guncang  badannya. Gua menangis sekeras-kerasnya mencoba menumpahkan semuanya. Gua gak terima semua ini! Kenapa semua ini harus terjadi pada gua?! Kenapa orang yang gua sayangi harus selalu meninggalkan gua entah dengan kematian atau... mengkhianati gua.

Hiks... Junghae kenapa? Kenapa harus lo yang ninggalin gua? Gua udah kehilangan ibu, ayah, dan kakak gua, kenapa hari ini, detik ini, kenapa harus lo? Hiks. Gua menundukkan kepala sambil menggenggam tangan Junghae yang sudah mulai dingin. Mana janji lo?! Katanya bakal selalu ada disisi gua tapi mengapa hari ini hiks.

Flashback~

"Katakan padaku dengan pasti bahwa kau takkan meninggalkanku disini sendiri. Aku harus tahu kau akan ada, saat kau butuh seseorang untuk berpegang, mendengar curhat mu, aku akan ada disini." Kata suara bariton itu yang entah mengapa terasa merdu dan aku mempercayainya.

"Jangan seperti ini sweetheart, a-aku sedih." Katanya dengan lirih, aku mengangguk kan kepala dan entah mengapa aku percaya dengan laki-laki ini, malah sangat percaya padanya. Aku dapat merasakan bahwa dialah takdir yang dibawa tuhan untukku.

Aku dan dia duduk diujung jembatan dengan tangannya yang masih setia melingkar dipinggangku. Kita berdua duduk sambil menikmati senja, "Saat aku mendengar kata salah satu maid yang melihatmu teriak sambil menangis saat itu juga aku mencarimu dan mendengar semua keluhan mu atas hidupmu." Katanya sambil memandang matahari terbenam.

"Kenapa kau mencariku Junghae? Aku rasa aku bukan orang yang spesial dihidupmu." Kata ku sambil memandangnya.

"Tidak! Kau spesial sweetheart, Karena aku mencintaimu. Ingatlah bahwa aku mencintaimu." Katanya sambil tersenyum dan tangan nya semakin erat dipinggangku possesive.

"Kau benar-benar mencintaiku?" Tanyaku sambil melihat burung-burung bertebangan. Tapi dia malah tertawa, serius gak sih dia?!

"Hey jangan tertawa!" Kataku sambil memukul-mukul dada bidangnya. Dan aku tertawa lepas saat dia menceritakan kisah-kisah lucu. "Teruslah tertawa lepas sweetheart, kau cantik saat sedang tertawa." Katanya sambil mengelus kepalaku lembut.

"Sayangnya tidak seterusnya aku akan sering tertawa Junghae." Kataku sambil tersenyum samar.

"Berjuanglah sweetheart, takdir itu penuh rintangan dan kau akan dapat melewati semua rintangan itu dengan aku yang akan selalu disisimu." Katanya sambil tersenyum hangat.

Flashback Off~

Gua meneteskan air mata semakin deras mengingat kenangan manis tersebut. "Rest in peace, Junghae." Kata gua lalu menaruh tangan kedua tangan nya di dadanya. Dan untuk yang terakhir kalinya gua memeluk tubuh tak bernyawanya.

"Junghae harusnya lo masih hidup, harusnya gua yang ada diposisi lo, g-gua udah g-gak kuat untuk t-terus h-hidup Junghae hiks." Kata gua lirih.

"Lisa." Tiba-tiba ada yang memanggil gua, gua mendongak kan kepala dan...

DEG!

"S-Sehun?" Panggil gua lirih. Gua langsung berdiri dan melangkah mundur mencoba menjauhi Sehun tapi apalah gua yang sedang lemah jadi si Sehun dengan gesit langsung memeluk gua erat.

"Jangan pernah meninggalkan ku, amour." Kata Sehun dengan nada bergetar. Apa Sehun menangis?

"Kau tau, aku frustrasi, aku stress, aku khawatir karena kamu yang menghilang dari sisi ku. Kamu segalanya bagiku Lisa. Selalulah disamping ku." Kata Sehun dan semakin mengeratkan pelukan nya.
"Lisa, kumohon kembalilah, kumohon pulanglah." Kata Sehun dengan nada memohon. Ingin nya seperti itu tapi masih ada yang harus gua urus disini.

"Maaf." Kata gua dan mencoba melepaskan pelukannya.

Sehun menatap gua dengan pandangan kecewa, "kenapa?" Tanyanya kecewa.

"Masih ada sesuatu yang harus gua selesaikan Sehun, maaf kan gua. I want you to know that I love you boy." Kata gua sambil tersenyum lirih. Gua ingin pergi tapi tangan gua dicekal oleh Sehun.

"Jangan lagi Lisa, kumohon." Kata Sehun sambil memandang gua lekat-lekat.

"Hiks... hiks...hiks...hiks." Runtuh lah pertahanan gua, sedaritadi gua mencoba untuk menahan diri agar tidak menangis. Tetapi sayangnya tidak berhasil.

"I'll be here, here for you." Kata Sehun lalu memeluk gua erat sambil  mengelus rambut gua lembut.

TBC

My Mr Vampire • COMPLETE ✔️•Where stories live. Discover now