Part 5: Girlfriend

1K 108 34
                                    

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Chan Yeol kepada seorang yeoja dengan penampilan mewah yang berjalan ke arah kasur tempatnya terbaring.

"Melihatmu terbaring lemah seperti ini.. Aku semakin merasa kasihan denganmu.."

Chan Yeol mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil tersenyum sinis.

"Apa yang harus kau lakukan? Kau hampir saja mati.. Kudengar kecelakaan itu cukup parah dan sopir mobil itu meninggal, benar kan?" Yu Ri tersenyum miring sambil memandang keadaan mantan pacarnya. "Kalau kau menjadi suamiku, kau tidak akan pernah dikejar oleh sasaeng fans anehmu itu, dan kau akan menjadi penerus perusahaanku nanti. Kau belum terlambat, Chan Yeol-ah.."

"Kau masih belum menyerah? Bukankah aku sudah bilang kepadamu sebelumnya? Aku tidak akan kembali kepadamu meski kau berlutut kepadaku, kalau alasannya karena kau ingin menjadikanku sebagai penerus perusahaanmu." Jelas Chan Yeol dengan tegas sambil menatap tajam yeoja di depannya.

"Aku tahu itu, tapi kurasa, kau masih bisa mengubah pikiranmu sekarang. Lihat saja keadaanmu sekarang. Pekerjaanmu ini hanya akan membahayakan keselamatanmu–"

"Aku lebih baik mati daripada harus kembali bersama wanita sepertimu." Chan Yeol memotong perkataan Yu Ri yang mendengus kesal.

"Tolong jangan keras kepala, dan pikirkan ini baik-baik, Chan Yeol-ah.." Yu Ri melembutkan nada suaranya, berusaha merebut hati dingin Chan Yeol.

"Sudah cukup kau mencampakkanku dulu. Kau dibutakan oleh uang dan kekayaan. Sekarang setelah mencapai semua impian bodohmu itu, kau ingin aku kembali kepadamu dengan alasan yang tak kalah bodohnya dengan impianmu? Tolong berpikirlah dengan akal sehatmu, Yu Ri-ssi.." Ujar Chan Yeol tanpa memperdulikan hatinya sendiri yang terasa sakit. Sebenarnya, Ia sedang mengutuk dirinya yang mengatakan kata-kata kasar itu ke yeoja yang masih disayanginya.

"Chan Yeol-ah, kau sudah berubah. Kau sangat dingin, tidak seperti sebelumnya. Sadarlah, kalau kau benar-benar berbeda."

"Kau yang mengubahku menjadi seperti ini." Ucap Chan Yeol dengan pandangan lurus ke depan. "Dan.. sebaiknya kau bercermin untuk melihat siapa yang sebenarnya berubah."

Yu Ri tidak sanggup menahan rasa amarahnya. Ia mengertakkan giginya kesal sambil mengepalkan kedua tangannya kuat.

Pandangan kedua mantan pasangan itu tertuju kepada pintu yang terbuka. Joo Hyun masuk ke dalam dan sempat menghentikkan langkahnya dengan kedatangan tamu 'mewah' Chan Yeol. Tidak, tidak hanya itu. Ada perasaan aneh yang keluar di dalam diri Joo Hyun ketika menatap yeoja itu. Seperti.. wajahnya tidak asing? Yu Ri sama-sama menatap Joo Hyun aneh—karena merasa tidak asing, tetapi Ia tidak akan mengambil pusing karena Ia harus fokus untuk meluluhkan hati namja yang sudah terlanjur 'dingin' ini. Joo Hyun sedikit membungkukkan badannya, sebelum Ia menjadi kesal karena sikap Yu Ri yang tidak memperdulikan sikap ramahnya.

'Good timing.' Pikir Chan Yeol selagi Joo Hyun memeriksa keadaannya.

"Apa kau tidur dengan nyenyak tadi malam?" Tanya Chan Yeol kepada Joo Hyun yang masih sibuk dengan kegiatannya, sedangkan Yu Ri mengerutkan kedua alisnya.

'Sejak kapan seorang pasien memperdulikan dokternya?'

"Tidak.. Pasien selalu berdatangan dan aku tidak ada waktu bahkan untuk duduk di atas kursi." Jawab Joo Hyun malas sambil mengecek infus Chan Yeol.

"Benarkah? Kalau begitu kau pasti sangat lelah, Seo seonsaengnim.." Ucap Chan Yeol dengan penuh perhatian sambil melirik Yu Ri dengan sudut matanya. Yu Ri menghembuskan nafasnya kesal dengan sikap Chan Yeol yang berlebihan dengan dokternya.

"Tentu saja, apalagi dengan sikapmu kemarin. Kepalaku terasa akan pecah setiap kali aku memikirkannya." Jelas Joo Hyun sekali lagi dengan nada kesal.

Incredible DestinyWhere stories live. Discover now