Part 8: The Scandal

1.1K 98 19
                                    

Seoul, 2016

"Baek Hyun-ah.. apa aku pantas mendapatkan ini semua? Ini sangat tidak adil kan?" Tanya Joo Hyun penuh emosi kepada Baek Hyun yang menganggukkan kepalanya setuju sambil menuangkan sebotol alkohol ke gelas miliknya.

"Chou Tzu Yu atau siapapun dia.. aku benar-benar ingin menghabisinya!" Lanjut Joo Hyun sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Benar, kau harus melakukannya.." Ucap Baek Hyun kemudian meneguk minumannya. "Tapi kau harus menjadi dokter paling kaya dulu di negara ini." Lanjutnya, membuat semangat Joo Hyun yang menggebu-gebu tadi hilang seketika.

Joo Hyun kembali menyandarkan kepalanya di atas meja. "Aisssh..Ya, Byun Baek Hyun." Joo Hyun menghembuskan nafasnya kesal kepada Baek Hyun yang tidak menjawabnya.

"Baek Hyun-ah.." Joo Hyun kembali merasakan rasa sakit di dada sebelah kirinya. "Aku.. benar-benar merasa bersalah.." Lanjutnya kepada Baek Hyun yang menatapnya dengan alis berkerut.

"Apa maksudmu?"

Cairan bening yang membendung di pelupuk mata Joo Hyun mengalir ke pipinya. "Aku yang memulai semuanya.." Joo Hyun menegakkan badannya, sedangkan Baek Hyun terbelalak melihat bercak air mata yang berada di pipi Joo Hyun.

"Kalau saja aku membiarkan mereka bahagia bersama.. kalau saja aku tidak melarikan diri dari semuanya, dan kalau saja aku tidak memintanya untuk melupakanku demi kebaikan diriku sendiri.. semuanya tidak akan seperti ini."

"Joo Hyun-ah.. apa kau menangis?" Tanya Baek Hyun sambil meletakkan gelas yang ada ditangannya ke atas meja perlahan.

Joo Hyun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menangis.." Joo Hyun memegang dada sebelah kirinya. "Tapi hatiku menangis.." Joo Hyun menatap kosong botol alkohol didepannya.

"Hiiiks..." Joo Hyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Apa yang kau katakan? Siapa 'mereka'?" Tanya Baek Hyun lagi yang masih tidak mengerti dengan tingkah laku Joo Hyun.

"Hiiks.. Huwaaaa!!!!"

Baek Hyun mendengus kesal. "Kalau kau menangis seperti ini, kau akan kelihatan lemah di depan 'mereka'!" Lanjut Baek Hyun, yang membuat Joo Hyun menghentikan tangisannya.

Bugh!

Baek Hyun terlonjak kaget saat Joo Hyun tiba-tiba menggebrak meja. Ia menunduk kecil-meminta maaf- kepada orang-orang lain disitu yang ikut terkejut. "Maafkan aku.. maafkan aku.. maafkan aku.." Ucap Baek Hyun pelan kepada pelanggan di restoran itu, sementara Joo Hyun menatapnya tajam.

"Benar, kau benar. Untuk apa aku menangis? Lagipula bukan aku yang sepenuhnya salah kan?!" TeriakJoo Hyun, yang lagi-lagi membuat Baek Hyun terkejut.

"Namja itu.. kalau dia setuju saat appanya ingin menjodohkanku dengannya.. kenapa dia malah mengencani gadis ular itu!" Joo Hyun mengambil telur gulung di depannya dengan sumpitnya. "Apa? Dia menerimanya karena latar belakang mereka sama? Cih, dasar.. kalian.. ular!" Lanjut Joo Hyun kemudian melahap telur gulung tadi dan mengunyahnya dengan kesal.

"Joo Hyun-ah, bicaralah yang benar. Apa ini tentang.. ehem.." Baek Hyun memelankan suaranya sebelum melanjutkan perkataannya. "Suho..?"

"Bukan!" Joo Hyun kembali menggebrak meja dan menggelengkan kepalanya mantab. "Malaikat seperti dia tidak punya salah apapun denganku. Kali ini aku membicarakan seorang iblis dingin yang kurang ajar."

"Aissh, siapa itu?" Tanya Baek Hyun lagi yang sudah mulai kesal.

Joo Hyun tertawa miris. "Park.. Chan.. Yeol.."

Incredible DestinyWhere stories live. Discover now