5 (revisi)

36.7K 2.1K 22
                                    

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ruangan tertinggi di gedung perusahaan Mahawira kini terdapat dua manusia berbeda jenis kelamin

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ruangan tertinggi di gedung perusahaan Mahawira kini terdapat dua manusia berbeda jenis kelamin. Calluna merasa sangat canggung duduk didepan Nagara. Aura pria itu terasa, beuhh bikin hati meleyot. Rasanya ia seperti sedang berhadapan dengan dosen pembimbing yang siap memakannya kapan saja.

Pria itu masih saja belum membuka suara, Calluna merasa semakin gugup meski baru lima menit memasuki ruangan tertinggi gedung ini.

"Nona Calluna Lueur," panggil pria itu, tatapan Nagara menembus netra milik Calluna.

"Ya, Tuan Nagara. Anda bisa memanggil saya Luna."

Sudut bibir Nagara tertarik keatas, gadis didepannya cukup menarik untuk diajak kerjasama. Ia sama sekali tak melihat tatapan memuja dari binar mata didepannya. Hanya tatapan seorang yang tengah grogi padanya. Terlihat seperti seorang yang tengah berhadapan dengan atasannya.

"Saya lebih suka memanggilmu dengan nama Calla, bolehkah?" Tawar Nagara. Merasa lebih menyukai memanggil Calluna dengan kata depan daripada kata bagian belakang.

Calluna merasa tak asing, nama yang cukup nyaman untuk telinganya. Meski ia tak menampik nama panggilan Luna juga bagus. Namun entahlah, jiwanya adalah asing dan bukan Luna jadi Calla akan menjadi nama yang lebih bersahabat baginya.

"Boleh, Tuan." Calluna menyetujui nama panggilan baru dari Nagara padanya.

"Jadi tujuan saya membawa Nona Calla kesini adalah untuk bertanya mengenai launching produk parfum tadi, bagaimana menurut Nona Calla? apakah sudah sesuai dengan selera seorang wanita? Nona bisa mencobanya dahulu." Nagara meletakkan beberapa produk tadi didepan meja Calluna. Gadis itu segera menyemprotkan sedikit parfum pada kertas taster lalu menggoyangkannya pelan didepan hidung. Mencoba menghirup wangi dari parfum tersebut.

Aroma mawar yang khas perpaduan dengan manisnya madu, dalam sekali hirup saja Calluna bisa merasakan nikmat dan ketenangan yang diberikan, ia yakin produk ini akan sangat laris terjual. Perusahaan Mahawira memang tak perlu diragukan lagi saat akan mengeluarkan suatu produk.

"Untuk yang ini saya suka, aromanya dalam sekali hirup bisa membuat siapa saja jatuh cinta. Bahkan tanpa berpikir dua kali orang akan langsung membelinya, anda tak pernah gagal dalam membuat produk baru." Calluna membalas disertai dengan pujian untuk Nagara.

Another Life an Extra Antagonist (Selesai)Where stories live. Discover now