Toko Permen

1.3K 209 9
                                        

Seoul, 24 Juli.



*** 06.58 ***



Jisoo pov




"Loh ko kesininya pagi banget sih,Dok" Keluh seorang wanita blasteran Belanda-Korea itu yang sedang membuka bungkus permen di mejanya.

"Hari ini jadwal aku seharian di poli gigi, jadi aku butuh amunisi" jawabku sambil merogoh saku blazer kiriku.

"Tapi pesanan kamu belum aku siapin,dok"

"Santai aja, aku juga enggak lagi buru-buru ko" ucapku sambil mengeluarkan notes di saku blazer kiriku dan menaruhnya di meja.

"Kalau gitu aku siapin pesenan kamu dulu yah" jelasnya sambil berdiri meninggalkanku.

"Oh yaudah, uangnya aku taruh di meja ya, sekalian sama pesanan yang kemarin" ucapku sambil menaruh uang yang ku ambil dari saku blazer ku. 

"Aku kira kamu bakal ngutang lagi,dok!" Teriak Somi dari sudut lain ruangan.

Aku tersenyum bodoh, lalu berjalan berkeliling toko.

"Rasanya aku ingin memborong toko ini" gumamku sambil memainkan tumpukan permen di setiap toples.

Sekilas aku mendengar suara Somi bercakap-cakap dengan seseorang di mejanya. Aku mengintip dari sela rak permen. Namun tidak bisa melihat wajahnya. Karena orang yang berbincang dengan Somi memunggungi ku.

Mereka bercakap lama, dan aku sangat betah menatapi punggung perempuan tersebut. Aku mengahampiri Somi tepat setelah perempuan itu pergi.

"Temen kamu?" Tanyaku penasaran.

"Oh, bukan. Aku juga baru melihatnya, kayanya dia pendatang" jelas Somi. Aku hanya mengangguk pelan.

Kemudian Somi memberikan pesananku.

"Terimakasih nona Somi" ucapku sambil berpamitan pergi.

Tapi kemudian aku berbalik kembali kemejanya.

"Apalagi?!" Kagetnya kesal.

"Aku cuma mau ngambil ini, ketinggalan" jawabku sambil mengambil notes di mejanya dan memasukannya ke saku kiri blazerku.

"Dan ini juga" aku mencomot beberapa permen di meja Somi.

"Dih dasar!" Teriaknya saat aku berlari menuju pintu keluar.

Saat keluar toko aku berdiri sebentar di depan pintu toko. Aku mendongak ke arah langit sambil meutupi sebagian wajahku dengan punggung tangan kiriku. Aku merasakan sinar matahari menembus wajahku dari sela-sela jari tanganku. Rasanya sangat hangat.

"Hari ini cerah" Gumamku.

Kemudian mulai berjalan ke arah mobil yang ku parkir di dekat halte.














Seoul, 24 Juli.



*** 06.58 ***



Jennie pov



Hari ini Lim tidak bisa menjemputku karena akan ada sidang pagi di kantornya. Jadi aku putuskan untuk naik angkutan umum dengan berangkat lebih pagi. Aku berjalan menyusuri jalan raya untuk menuju halte dekat apartementku. 

Saat berjalan aku melewati toko permen. Dari balik tembok kaca itu, aku lihat dua orang sedang berbincang di meja kasir.

Entah ada angin dari mana membuat langkahku berbelok masuk ke dalam toko, tepat di saat salah satu perempuan dengan menggunakan Beani Cream itu berpencar dengan perempuan satunya.

Aku berdiri di hadapan meja kasir. Dan memandang bergantian semua permen di hadapanku.

"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap seorang perempuan ramah. Dia perempuan yang kulihat tadi.

"Emm.. saya mencari permen" ucapku asal.

"Permen apa?" Tanyanya membuatku memutar otak.

Beruntung aku teringat pada permen pemberian Pak Hanbin, aku merogoh tasku kasar. Mengeluarkan notes, hape, kalkulator, dan menaruhnya di meja untuk menemukan permen itu.

"Yang kaya gini" jawabku sambil menyodorkan sebungkus permen.

Perempuan itu tersenyum kemudian mengambil toples di belakangnya.

"Permen ini emang laris banget" gumamnya pelan namun bisa kudengar.

"Apa?" Tanyaku penasaran.

"Ah Enggak, maksud aku permen ini emang jadi favorit, nona. Seorang pelangganku aja selalu membeli dalam jumlah banyak"

Aku membulatkan mulutku sambil memasukan kembali barang-barang  yang aku taruh tadi di meja. Setelah membeli beberapa, aku berpamitan padanya dan segera keluar.

Aku berhenti sejenak di samping pintu keluar toko tadi dan membuka sebungkus permen.

"Kali ini rasa chery" gumamku sambil memejamkan mata untuk menikmati rasa permen dan udara di sekelilingku.

Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang keluar dari pintu toko dan berdiri di sampingku. Sejenak rasanya sangat hangat. Ketika aku melihat orang itu sudah pergi menjauh dari tempatku berdiri.

Mataku terpaku menatap punggungnya yang tengah berlari kecil menuju sebuah mobil tak jauh dari halte. Aku menghela napas sejenak dan kemudian mulai berjalan ke arah halte.












***TBC***

♡ ConnecteD ♡ • [ JENSOO ] •Where stories live. Discover now