Jack

34 7 5
                                    

"Kakak tidur ya, om?"

Gue mengangguk pelan, mengiyakan pertanyaannya.
"Iya..."

"Buka kadonya sama gue aja yuk, Ka?" Tanya gue; karena kalo gue gak bilang gini, dia pasti nungguin Lewi bangun.

Lewi pasti sedang kesakitan; kok bisa tau? Jelas, karena kebiasaan tidurnya hanya dua; ia hanya akan tidur jika memang sudah malam, atau ketika ia amat kesakitan.

Sekarang belom malem, kan?

Kaka menggeleng.
"Mau nunggu kakak bangun aja."

Gue menghela nafas; gak mau maksa, tentu saja.

"Yaudah." Angguk gue, mengusap singkat rambutnya. "Ganti baju dulu, ya."

Ia mengangguk; gak pakai lama langsung melakukan apa yang gue perintahkan. Setelahnya, duduk malas di sofa.

"Om?"

"Hm?"

"Ngantuk..." Sergahnya, menatap gue singkat. Ya, gue ngga heran sih dia kalo mau tidur pulang sekolah; karena hari ini dia latihan lari tiga jam, dan dia baru aja makan bekal; jadi wajar kalo ngantuk.

Gue mengangguk.
"Tidur aja, gak pake dot, ya?"

"Om," rengeknya. Mampus, gimana nih? Gue gak tau caranya bikin susu lagi...

"Yaudah, bentar. Mana dotnya?"

Ia menyerahkan benda laknat tersebut; dengan kemampuan sebisanya, gue menuangkan susu kotak ke botol susunya; semoga dia gak masalah kayak gini juga.

Yang penting ada susunya, kan?

"Gini, ya?" Tanya gue, yang untungnya ia angguki. Kemudian, dengan gontai ia berjalan; memanjat naik ke tempat tidur lewi; berbaring disampingnya sambil mengemut dot yang gue berikan.

Kaka kali ini melamun; begitu juga dengan gue yang kini cuma menatap layar TV tanpa acara; nanti sore harus ketemu siapa ya tadi, katanya?

Eh nggak deng, itu besok. Hehe.

"Ka?"

"Hm?"

"Katanya mau tidur?"

"Iya, nanti."

"Besok mau minta kado apa?" Tanya gue; jari gue iseng bermain, mengelopeki bungkus kado dari mainan sylvanian family milik Kaka, hadiah dari temannya.

"Mau kucing."

Kucing?

"Boneka kucing, maksudnya?" Tanya gue, berharap dia gak serius—atau malah salah ngomong.

"Kucing beneran." Jawabnya. "Yang kalo disentuh ada meongnya."

"Yah," geleng gue. "Boneka aja lah, Ka. Boneka juga ada meongnya kok, kalo disentuh."

Kaka menggeleng.
"Maunya kucing beneran."

"Yaudah, nanti dipikirin lagi, ya." Gue menggangguk pasrah. "Kenapa tiba tiba jadi mau kucing? Kan udah punya molly?"

Tidak ada jawaban.

"Ka?"

Gue menoleh; yang diajak ngobrol tewas duluan.

"Ah," sungut gue. "—ngga sama celeste, ngga sama Kaka, ditinggal tidur semua."

Bodoamat, ah.

***

"Calum— Cal, ambil Kaka, Cal. Nanti dia jatoh. Panggil dokter, Ben!"

Kakak • lrhHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin