Jam pulang sekolah sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Flora masih betah berlama-lama di dalam UKS, setelah istirahat ke dua, ia memberitahukan alasan berpura-pura sakitnya itu pada Freya dan menyuruh gadis itu untuk tutup mulut, padahal kebenarannya adalah ia mengantuk karena kurang tidur.
Tok Tok
Ketukan pintu itu terdengar jelas, hanya ada Flora seorang yang terbaring lepas di ranjang UKS. Freya menghampirinya, melangkah dengan langkahan kecil menahan telapak kakinya agar tidak menimbulkan suara.
"Flo." panggil Freya berbisik seraya membelai pipi Flora lembut.
Flora menggeliat merubah posisinya menghadap ke kanan, menghadap Freya. Freya sempat terdiam mematung, ia memandang wajah tenang Flora yang masih tertidur.
Cantik? Iya.
Ganteng? Iya.
Manis? Juga iya.
"Flora." panggil Freya lagi yang masih setia membelai pipi gadis itu.
Flora mengubah posisinya kembali memeluk lengan Freya sebagai bantalan wajahnya. "Hnghh iya semenit lagi." jawab Flora dengan suara serak khasnya.
Freya semakin di buat terkejut, posisinya kali ini menahan tubuhnya sendiri karena lengannya itu di tarik oleh Flora. Dan untungnya ia tidak ikut terbaring. Bisa-bisa bahaya.
"Sayang, bangun yuk!" panggil Freya dengan suaranya yang semakin lembut. Entah dapat keberanian dari mana, Freya memanggilnya seperti itu.
Flora masih memejamkan matanya tenang. Memang benar Flora ini susah sekali di bangunkannya. Untung saja Freya orangnya sabar, jika ia tega, mungkin wajah Flora sudah ia siram menggunakan air minum.
"Sayang." Freya terus memanggil Flora dengan kata itu berkali-kali, tapi tetap saja Flora masih belum terbangun.
Flora menguletkan tangannya dan mengucek matanya itu kesal karena tidurnya terganggu. "Ck! Iya iya ganggu aja sih, orang lagi tidur enak juga!"
Mata Flora terbuka sempurna, dan pandangan pertama yang ia dapat adalah wajah Freya yang berubah menjadi menyebalkan.
"AAAA SETANN!!!" teriak Flora dengan kencang.
Freya menutup telinganya dengan santai. Ia meletakkan jari telunjuknya di bibir. "Jangan teriak! Ini UKS."
Flora mundur menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang. "lo ngapain disini?"
Freya berdecak. "Ck! Lupa ya ada orang yang harus kamu anter pulang?"
Flora merapikan rambut beserta seragamnya dan segera turun dari ranjang. "Hehe, maap deh."
Freya masih menatap Flora dengan datar. "Ngapain pake acara alesan sakit segala? Nggak guna kamu sekolah. Ayo pulang!" ajaknya.
Segera Freya menarik pergelangan tangan Flora pelan-pelan dan keluar beranjak dari UKS. Koridor demi koridor mereka lewati dengan leluasa karena sekolah sudah lumayan sepi.
"Eh, bentar dulu gue mau ngambil tas." celetuk Flora.
"Udah di bawa Adel."
"Beneran di bawa Adel? Nggak di apa-apain kan?"
"Hm."
Flora membuang nafasnya pelan. "Untung aja."
"Kenapa?"
Flora langsung menggeleng cepat dan menyengir. "Gapapa hehe."
Karena jarak UKS ke parkiran itu sangat jauh, terlintas sebuah pertanyaan di pikiran Flora mengenai hadiah yang ia berikan ke Freya semalam.

YOU ARE READING
Until I Collapse (FreFlo)
FanfictionWARNING! ⚠️18+ [Harsh words, crime, kissing, and etc] INI FIKSI JADI TOLONG JANGAN DIBAWA-BAWA KE KEHIDUPAN ASLI PEMERAN. Freyana Shifa Chaesara seorang siswi teladan yang mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Salazar International School. hidup...