Day 1 DBL Cup
Hari ini adalah hari Dbl Cup melaksanakan upacara pembukaan event. Upacara pembukaan sudah di mulai sejak pukul 12 siang tadi di lapangan indoor Salazar International High School. Dan pertandingan pertama di awali dengan Volly.
Malam harinya saat menjelang pertandingan basket, seluruh isi tribun sangat di penuhi dengan banyak sekali penonton. Tidak hanya dari kalangan Salazar, dari SMA lain pun ada.
"Yang dingin, yang dingin. Eh di beli dong minumannya sekalian amal nih." teriak Zee bersemangat sambil membawa box yang isinya banyak sekali minuman dingin di area tribun.
"Beli 2 ya, Kak."
"Oke siap. 20 ribu ya."
"Makasih, Kak."
"Kak mau, Kak. 4 ya."
"Ayo ayo, teh pucuk teh pucuk, mizon mizon." Tak hanya Zee, Oniel pun ikut semangat. "Murah nih sekalian amal."
"Wah mau dong, Kak. Mizon nya 3, Kak."
"Oke. 30 ribu ya. Nih."
"Makasih, Kak, Semangat, Kak."
"Yoi. Yang dingin nih, teh pucuk, mizon, kopi Good Day. Yang jual Cakep nih." teriak Oniel.
Karena saking semangatnya berjualan, dagangan Zee dan Oniel habis dalam waktu singkat.
"Alhamdulillah! Jualan es botol gini doang dapat 800 ribu, Zee. Besok-besok harus di banyakin nih." ujar Oniel yang masih menghitung kembali hasil jualan mereka.
"Hah?! 800 ribu? Yang bener lo?!"
Oniel mengangguk semangat. "Iyaa beneran. Hitung sendiri nih duitnya kalo nggak percaya."
Setelah dagangan mereka habis dalam waktu singkat, mereka berdua kini duduk di stand distro milik Lulu yang jaraknya lumayan tidak jauh dari tribun. Distro Lulu tidak kalah ramai, banyak pengunjung yang datang, bahkan membeli barang yang Lulu sediakan di sana. Dan juga merchandise milik Freya.
"Widih, cepet banget nih laris dagangannya. Dapet berapa tuh?" tanya Adel.
"800 ribu, Del." jawab Zee. "Keren nggak gue sama Oniel jualannya?"
Adel mengacungkan jempol. "Mantap! Teruskan, kalo bisa tambahin tuh dagangnya, jualan chiki kek apa kek biar makin josss."
"Yoi siapp. Besok di banyakin lagi dah, duitnya kan juga buat amal." ujar Oniel.
"Sip sip. Yaudah kalo gitu, gue bantuin Lulu, Olla sama Jessi dulu ngurusin distro. Jangan di hitungin mulu tuh duitnya awas hilang!" Adel pergi meninggalkan mereka berdua yang asik menata hasil jualan mereka.
"Udah, Zee. Simpen tuh duitnya. Di hitung mulu juga nggak bakalan nambah." celetuk Oniel yang baru saja meletakkan box jualannya di belakang stand.
Zee menyengir. "Abis lumayan hasilnya. Tahun lalu kan nggak pernah sampai segini banyak."
"Bersyukur, Zee. Udahlah yok, bantuin distro nya Lulu nih, rame tuh." ajak Oniel.
"SIAPP!"
***
"Flora!" panggil seorang gadis dengan langkahannya yang semakin cepat.
Suara gadis itu sangat tidak asing lagi di telinga Flora. Suara yang selalu membuatnya semakin candu, rindu walaupun gadis itu ada di dekatnya.
Flora dengan penampilannya yang sungguh keren, gym bag yang bergantung di pundak kiri, mengenakan jersey basket Salazar High School bernomor punggung 4 yang tertutupi dengan jaket pemanasan yang ia pakai.

YOU ARE READING
Until I Collapse (FreFlo)
FanfictionWARNING! ⚠️18+ [Harsh words, crime, kissing, and etc] INI FIKSI JADI TOLONG JANGAN DIBAWA-BAWA KE KEHIDUPAN ASLI PEMERAN. Freyana Shifa Chaesara seorang siswi teladan yang mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Salazar International School. hidup...