4.6 MENENANGKANNYA

153K 15.6K 7.6K
                                    

Halo semuanya yang baca Septihan part ini gimana kangennya terobati? Senengg? :D

Gimanaa kamu sudah siap nabung & #JemputNovelGalaksikejora nantinya?

Follow yuk KaryaKarsa: PoppiPertiwi lanjutan Extra Part Septihan (nah kalau sudah follow nanti notifnya langsung masuk pas updatenya), Untuk BamsFifi (on going), The One Nova Aldebaran & Aika Diratama (on going)

Follow yuk KaryaKarsa: PoppiPertiwi lanjutan Extra Part Septihan (nah kalau sudah follow nanti notifnya langsung masuk pas updatenya), Untuk BamsFifi (on going), The One Nova Aldebaran & Aika Diratama (on going)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum membaca kasih emot "💗" yukk yang banyak yaa di sini

4.6 MENANGKANNYA

"Saat kamu memiliki kelebihan untuk mencintai maka cintailah dirimu sendiri terlebih dahulu."

Duduk di sebuah cafe yang masih buka Septian memandangi Jihan. Lambat-lambat Jihan membalasnya. Namun saat melihat ekspresi Jihan. Saat itu juga Jihan memalingkan wajahnya karena Septian tampak menyeramkan. Lagipula bagaimana Septian tidak seperti itu? Tadi Jihan hampir nyebrang sembarang

Sudah dibilang Jihan ini anak kecil yang terperangkap di tubuh remaja

"Kamu mau pesen apa?" Jihan bersuara namun Septian tak menjawab.

"Mau dipesenin?"

"Kamu kenapa sih diem aja?" tanya Jihan pada Septian.

"Harusnya aku yang tanya. Kamu baik-baik aja kan?" Septian bertanya, sedikit melunak karena tadi ia membuat Jihan terkejut.

"Iya aku gapapa."

"Tadi tuh kamu hampir ditabrak. Makanya kalau mau nyebrang itu liat-liat jalan dulu."

Bukannya marah, Jihan malah tersenyum. Ia lalu nyengir. "Iya habisnya kamu duluan sih. Kenapa coba harus kaya gitu? Tapi kalau dipikir-pikir aku kesannya malah egois banget. Harusnya aku gak kaya tadi. Nuntut-nuntut kamu lebih. Kamu kan lagi ngurus bisnis kamu."

Untuk sesaat Septian memperhatikannya. "Engga apa-apa. Aku malah seneng. Jadi aku bisa tau kurangnya di mana."

Suara musik di cafe masih terdengar. Kali ini terdengar sangat vintage dan slow.

"Mau baikan gak?" tanya Septian.

Jihan cemberut. "Masa ngebujuk ceweknya kaya gitu apa perlu aku ajarin??"

Septian tersenyum kecil.

"Kayanya ini lebih pro aku sih kalau ngadepin kamu."

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang