40. EXLUSIVE: PERINGKAT PERTAMA | JIHAN HALANA (SELESAI)

961K 65K 151K
                                    

HAPPY 25 JUTA PEMBACA SEPTIHAN<3

AYO SEBUT! SIAPA AJA USERNAME / YANG HADIR DI PART INI?

SIAP MENGISI SEMUA PARAGRAF DENGAN KOMENTAR?

40. PERINGKAT PERTAMA: JIHAN HALANA

"Jangan berhenti untuk meraih mimpimu sesulit apapun itu." — Jihan Halana

Septian Aidan Nugroho: Jihan

Jihan yang merasa sangat mengantuk langsung duduk dengan benar. Rasa kantuknya langsung menguap begitu saja saat melihat nama Septian ada pada notifikasinya. Jantung Jihan kian berdebar. Antara ingin membalas atau tidak saat tangannya malah dengan tanpa sadar membuat pesan itu malah terbaca. Seharusnya Jihan tidak membacanya saja. Tapi kenapa tangannya malah berkhianat?

Septian Aidan Nugroho: Kamu udah tidur?

Jihan menahan dirinya untuk tidak membalas.

Beberapa menit kemudian jarinya malah mengetik sesuatu yang mana Jihan tidak bisa lama-lama untuk marah pada cowok ini.

Jihan Halana: Belum kenapa?

Septian Aidan Nugroho: Aku ganggu kamu?

Jihan refleks menggeleng namun perempuan itu malah tersadar agar tidak melakukan hal tersebut. Jihan selalu begitu. Sulit untuk menghilangkan kebiasaannya.

Jihan Halana: Enggak juga kenapa?

Septian Aidan Nugroho: Aku di depan rumah kamu. Kamu bisa keluar?

Jihan langsung berdiri. Jantungnya jadi semakin berdebar-debar. Perempuan itu membuka tirai kamarnya. Jihan benar-benar melihat motor Septian berada di depan gerbang rumahnya.

Septian Aidan Nugroho: Tapi kalau kamu udah ngantuk mending gak usah

Tanpa basa-basi Jihan langsung berjalan menuju keluar rumahnya. Perempuan itu membuka gerbang lalu melihat Septian di sana. Cowok tersebut sedang berdiri di depannya dengan jaket kulit hitam. Septian memperhatikan Jihan yang sedang menggunakan baju tidur putih bergambar kelinci. Hal itu sontak membuat Jihan malu bukan main saat sadar suatu hal.

"Emang bener kata Jordan. Kamu itu anak TK masuk SMA," ujar Septian pada Jihan.

Jihan terdiam bingung sekaligus malu. "Habisnya aku suka," ujar Jihan meringis melihat pakaiannya sendiri lalu menatap Septian lagi. Sekarang dia jadi tambah malu menghadapi Septian.

"Kenapa belum tidur?" tanya Septian pada Jihan.

Mungkin Jihan bisa saja sakit hati atau sedih karena perlakuan Septian beberapa hari waktu ini namun jarak dan waktu menyukai Septian jauh lebih banyak dan berat daripada itu. Dulu hal-hal seperti itu sudah jadi makanan Jihan sehari-hari. Yang mana memang menghabiskan waktu, tenaga juga pikirannya.

"Baru aja mau tidur," ujar Jihan jujur.

"Berarti aku ganggu?" tanya Septian.

Jihan hanya diam saja. Sebenarnya Jihan ingin bertanya sesuatu karena kejadian kemarin namun Septian tampaknya sedang lelah. Wajah cowok itu seolah seperti ada beban berat yang tidak bisa ia pecahkan sendiri yang membuat Jihan tertegun di tempatnya.

"Kok muka kamu biru-biru Tian?" tanya Jihan pada Septian. Perempuan itu memperhatikan wajah Septian lalu mendekat dan mengusapnya dengan kedua tangan yang membuat Septian memperhatikannya dengan dalam. Pandangan Septian berubah lembut pada Jihan. Bahkan sudah diperlakukan dengan tidak baik Jihan masih saja seperti ini padanya.

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang