23. KEMAJUAN PESAT

1M 87.1K 55.3K
                                    

23. KEMAJUAN PESAT

Akan terasa sangat berharga ketika sudah pergi.”

TO XII BAHASA 2: Peringkat 6. JIHAN HALANA: Matematika: 89 Bahasa Indonesia: 90 Bhs Inggris: 85

“Jihan lo keren banget!” puji Kejora tulus pada Jihan ketika mereka melihat hasil yang ada di mading sekolah.

“Oh iyalah calon pacar gue,” ucap Baret bangga, teman sekelasnya.

“Semua aja lo bilang calon pacar,” cibir Lala.

“Eh ayang Lala. Cemburu ya? Muji doang itu gue,” ucap Baret ngardus ke Lala.

Jihan tersenyum sendu pada Kejora. “Makasi Ra,”

“Sama-sama. Seneng juga dikit-dikit bisa ngajarin lo. Kalau ada yang mau lo tanya jangan sungkan ya Han,” jawab Kejora sambil tersenyum. Senyum yang dibalas Jihan sama tulusnya. Pererempuan itu lalu pergi dengan temannya, Fani. Meninggalkan Jihan yang kini sudah tidak duduk sebangku lagi dengan Kejora.

Kejora memang orang yang baik. Saking baiknya perempuan itu. Ketika Jihan tidak ada di sampingnya dulu dan kini butuh bantuannya. Kejora masih mau ada untuknya.

Sungguh bukan hal yang adil untuk Kejora. Dalam hati Jihan sangat ingin keadaan kembali seperti dulu.

“Tiga minggu yang lalu kita try out lo peringkat 20 Han. Sekarang lo ada diperingkat 6 tiba-tiba. Kok bisa sih?” tanya Febbi.

“Nyolong kunci jawaban lo ya Han?” tanya Baret.

“Enak aja! Kerja sendiri dong. Belajar,” ucap Jihan sambil masuk kelas dengan teman-temannya. Memang Jihan belajar dan makan mati-matian. Dimulai dari minggu lalu. Perempuan itu mulai menghafalkan kali-kalian, belajar bahasa sampai menginstal aplikasi untuk belajar di ponselnya.

Setiap pagi. Jihan menghafalkan dan mencoba kali-kalian. Siangnya di sekolah dia belajar Bhs Inggris. Pulang sekolah di rumah. Jihan belajar apapun soal yang bisa ia kerjakan.

Juga ada sedikit bantuan dari Kejora karena Jihan sempat bertanya-tanya dan belajar dari Kejora—salah satu bintang kelas juga juara umum berturut-turut saat dia sekolah di SMA Ganesha. Kali ini Jihan memang murni mendapatkan peringkat 6 di kelasnya. Tidak ada contekan, ceplekan apalagi kunci jawaban. Semuanya Jihan kerjakan sendiri.

“Jihan?”

“Iya Pak?”

“Tingkatkan lagi,” jawab Pak Maman membuat Jihan tersenyum.

Jihan memandang takjub nilainya sendiri yang ada di kertas—yang sengaja dibagikan di atas meja. Di deret nomor 6. Ada namanya. Jihan lalu melipatnya. Nilai yang bagus. Jihan pasti bisa lebih dari ini.

****

TO XII IPA 5: Peringkat 1. Septian Aidan Nugroho: Matematika 100 Bahasa Indonesia: 98 IPA: 100 Bhs Inggris: 100

“Sep, Sep. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” ucap Jordan ketika melihat nilai Septian di mading sekolah. Triple 300.

“Jangan-jangan lo itu reinkarnasi Albert Einstein ya? Eh ngaku lo Sep?!” paksa Jordan.

Anjir nyaris sempurna,” ucap Guntur.

“Udah biasalah Asep kaya gitu,” ucap Galaksi, memaklumi.

“Matematika seratus, IPA seratus, Bhs Inggris juga seratus??? Bunuh adek di rawa-rawa Banggg!!” ucap Nyong membuat teman-temannya tertawa.

“Gue iket juga lo di pohon Nyong,” balas Bams pada Nyong.

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang