14. EUFORIA

859K 85.9K 72.3K
                                    

14. EUFORIA

Kamu terlalu fokus dengan kekuranganmu. Kapan kamu bisa melihat kelebihanmu kalau begitu terus?”

Malam hari di rumah salah satu temannya. Septian memilih duduk di bangku dekat pohon. Yang dilakukan cowok itu hanya diam. Mensejajarkan kedua kakinya ke bawah. Menikmati angin yang terasa membelai wajah dan rambutnya. Septian sedang menggunakan kemeja lengan pendek berwarna hitam. Cowok itu lalu mendongak perlahan. Menatap langit gelap dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya.

Harus Septian akui. Jihan memang menyita perhatiannya. Hampir seharian ini Septian memikirkan Jihan.

“Kenapa lo, Sep?” tanya Galaksi.

“Lo gak mau ikut makan? Tuh si Bams, Nyong sama Jordan aja udah nambah 3 kali,” ucap Galaksi duduk di samping Septian. Hari ini rumah Galaksi sangat ramai karena Jordan sedang ulang tahun dan mereka sepakat untuk merayakannya dengan kumpul di rumah Galaksi.

“Udah makan gue Bos,” ujar Septian sambil bercanda pada Galaksi.

“Makan dulu sana lo. Kita kan tadi patungan buat beli makan. Banyakan juga uang lo. Ntar lo makin kurus kalau gak makan-makan,” ucap Galaksi. “Ntar Neng Jihan kabur kalau lo kaya gini.”

“Udah kabur kali,” kata Septian.

“Kabur gara-gara lo cuekin?” tebak Galaksi.

Septian mengendik. “Bukan urusan gue juga.”

“Terus aja ngelak. Ntar lo jatuh cinta beneran sama tuh cewek baru tau rasa. Emang lo gak ada rasa sama Jihan dikit aja?” tanya Galaksi, penasaran.

“Gue enggak tau,” jawab Septian. “Gue belum mau pacaran.”

“Yaelahhh gak usah pacaran juga kali. Suka aja dulu,” ucap Galaksi. “Jadi lo udah suka nih sama Jihan?”

“Gue gak bisa, Lak. Lo kan tau kenapa,” ucap Septian.

“Lo itu cuman takut berkomitmen. Gue yakin lo gak bakal nyakitin Jihan kalau seandainya lo jadian sama dia. Gue yakin lo bakal jadi cowok yang baik buat dia. Jihan itu cewek pengertian. Dia juga perhatian sama lo. Lo gak usah takut bakal garing sama dia. Jihan itu banyak omongnya. Dia pinter buat lo biar balesin dia. Kurang apalagi cewek kaya gitu?” tanya Galaksi.

“Bener tuh! Keburu diembat sama yang lain kalau lo tunda-tunda,” ucap Jordan. Duduk di samping Galaksi. Cowok itu sudah selesai makan dan kini sedang minum es sirup marjan merah.

“Lo itu harus yakin kalau lo gak trauma sama hubungan Sep. Kita semua selalu dukung lo. Kita gak akan paksa lo untuk begini begitu. Tapi lo harus yakin kalau lo itu enggak trauma. Lo itu juga sama kaya kita. Cowok normal walau agak pendiam. Lo gak akan nyakitin Jihan,” ucap Jordan.

“Lo gak sama kaya Kakek atau paman lo Sep. Kalian orang yang beda. Lo ya lo. Mereka ya mereka. Lo gak akan pernah main tangan sama cewek. Lo itu cowok baik. Percaya sama gue,” kata Galaksi.

Jordan jadi teringat sesuatu. Dulu sekali saat kelas X. Jordan pernah memaksa Septian untuk menerima cinta Thalita tapi Septian tidak mau. Jordan terus memaksa hingga akhirnya Septian pergi. Ditanya kenapa cowok itu hanya diam dan menjauh. Yang dilakukan Galaksi adalah membujuk agar Septian ikut kumpul lagi. Namun ketika sampai Warjok. Jordan meminta maaf pada Septian. Lalu Septian memberitahu Jordan sesuatu; “Gue gak suka sama dia. Gue maunya gue yang nembak cewek bukan cewek yang nembak gue. Gue itu gak mau nyakitin cewek. Gue trauma sama hubungan. Gimana kalau nanti gue nyakitin dia? Atau sampai parah bakal mukul dia?”

“Waktu gue kecil gue sering ngeliat Kakek gue mukulin Nenek gue. Dulu gue cuman bisa diem ngintip dari kamar. Gue pikir keluarga gue baik-baik aja. Ternyata enggak sama sekali,” kata Septian.

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang