4.7 EXTRA PART SEPTIHAN: TENTANG WAKTU

147K 13.9K 5.2K
                                    

Ketemu lagi kita di cerita ini jam berapa kalian baca extra part ini??

— Sebelumnya mau bilang follow dulu yuk KaryaKarsa: PoppiPertiwi untuk dapetin notif lanjutan extra part bagian ini yaa nanti dijelasin di AN atau Instagram: Writerpi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

— Sebelumnya mau bilang follow dulu yuk KaryaKarsa: PoppiPertiwi untuk dapetin notif lanjutan extra part bagian ini yaa nanti dijelasin di AN atau Instagram: Writerpi

Siapa kemarin yang udah baca part lanjutan 4.6 Septihan di KaryaKarsa?

Kasih kita spaman 🔥supayan makin exicted atau semangat baca part ini

Isi paragraf di tiap linenya ready??

4.7 EXTRA PART SEPTIHAN: TENTANG WAKTU

"Just be you, be beautiful and be comfortable in your own heart."

Ketika Jihan tertidur di sofa Septian berjongkok di sebelahnya. Ia terdiam. Sejujurnya tidak tega. Cowok itu menatapnya lalu menyusuri rambut Jihan dengan jari agar tidak menutupi wajahnya. Seketika ada sengatan dalam darah dan kulitnya saat menyentuh Jihan.

"Sep, ini mau taruh di mana stock jaket sama sepatu barunya?" Bams datang lalu mengecilkan suaranya.

"Taruh di rak depan aja," balas Septian.

"Jihan tidur?"

Septian bergumam. "Iya mau gue anter pulang."

"Iya anterin aja kasian. Dia udah bantuin dari tadi pagi-pagi banget sebelum lo ke sini." Bams akhirnya berlalu ke rak depan.

Septian lalu kembali fokus dengan Jihan. Seharusnya Septian sejak pagi sudah di distro namun tiba-tiba keluarga besarnya mengadakan pertemuan—yang kalau boleh jujur di sana hanya Septian yang kerja yang lainnya lebih asik bermain.

Septian membanggunkan Jihan. Suaranya berbisik pelan namun berat, "Jihan bangun,"

"Jihan,"

"Sayang bangun," bisik Septian berat.

Jihan yang semula tidur nyenyak terbangun karenanya. Karena cahaya yang menyilaukan. Jihan mengerjap lalu menatap Septian di samping. Jihan ingat sekali Septian memanggilnya sayang tadi. Namun kali ini Jihan mendengarnya berbeda.

"Bangun Jihan ayo pulang," panggil Septian.

****

"Semalem kamu bangunin aku kan Septian? Kamu manggilnya gimana?" tanya Jihan pada Septian, masih penasaran.

Septian hanya bergumam.

"Kok gitu doang? Kamu manggilnya gimana?"

SEPTIHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang