RUN

4.1K 400 11
                                    

SUV yang mereka kendarai melaju cukup kencang melintasi North Carolina Highway 12 menuju ke selatan meninggalkan Buxton. Sepanjang perjalanan, laut dan pantai terlihat cukup indah, berpadu dengan langit siang serta matahari terik yang seakan memantulkan ribuan, bahkan jutaan berlian di bawah permukaan laut. Sementara itu, hamparan dan gundukan-gundukan pasir pantai di kanan dan kiri jalan terlihat mengepung mereka tanpa memberi ujung yang jelas sepanjang jalanan tersebut.

Dari kursi pengemudinya, Alexa yang tengah menyetir tak bisa menahan diri untuk sesekali melirik Sean yang duduk di sebelahnya. "Mungkin kau belum tahu sejauh apa sifat ibumu ini. Aku tak pernah tanggung-tanggung jika melakukan sesuatu. Terutama untuk para bajing*n itu." Ujarnya.

"Apa ibu benar-benar, menghancurkan semuanya? Laboratorium itu?"

"Ya, ya ibu melakukannya Sean. Anak-anak buahku, mereka menghancurkan, dan membunuh siapapun yang ada di sana."

"Membunuh?"

"Membunuh orang-orang yang bekerja untuk James dan Nathalie Miler. Ilmuwan-ilmuwan mata duitan itu." Alexa tersenyum puas.

"Bagaimana ibu berpikir untuk melakukan itu? Membunuh? Kenapa ibu tak melaporkan saja kejadian ini pa...-"

"Pada hukum?" Sela Alexa. "Kau terlalu polos Sean, apa itu yang selama ini kau rencanakan untuk melawan James Brenner? Kau berencana menyeret mereka pada hukum?"

"Aku yakin mereka akan menerima hasil pengadilan yang setimpal."

Alexa tertawa sejenak mendengar pernyataan putranya. "Kau tak tahu seberapa besar kekuatan di balik proyek mereka sayang. Nathalie Miller memiliki kekuatan cukup untuk memanipulasi semuanya. Hukum tak mungkin bisa mengendus apa yang dia lakukan. Wanita itu bukan tandingan kita di pengadilan. Apa kau tak pernah memikirkan bagaimana proyek ini masih bisa berlangsung selama puluhan tahun? Proyek yang dengan seenaknya dilakukan di lautan lepas?" Alexa memperlambat laju mobilnya. "Uang, dapat memainkan segalanya. Satu-satunya jalan hanyalah menghancurkan semuanya hingga tak bersisa, membuat mereka tak pernah mencoba untuk melakukan ini lagi."

Mereka terdiam beberapa saat. Sean memikirkan perkataan ibunya, semua itu mengingatkannya pada langkah-langkah yang baru ia mulai, rencana-rencananya. Ia tak tahu sedetail apa pikiran ibunya untuk menghentikan James Brenner dan komplotannya, bisa jadi, bisa jadi Alexa memang benar. Nathalie memiliki kekuatan cukup untuk memanipulasi tindakannya, mengarang cerita lain, atau apapun itu agar tindakan jahatnya bisa lolos. Tapi, Sean juga memiliki kekuatan untuk tetap menjebloskan mereka di meja hijau.

Dan bila mereka mencoba memainkan permainan mereka dengan orang-orang yang bersangkutan atas persidangan, Sean tak perlu terlalu khawatir. Itulah kenapa ia mencoba melibatkan publik sejak semula. Publik bisa saja menghancurkan reputasi mereka dalam sekejap, menyoroti orang-orang yang tadinya bersedia bekerja sama dengan mereka untuk menutupi kebusukan ini dengan dolar, akhirnya enggan mengotori tangan mereka. Sean telah memikirkan dan mengatur segalanya agar ia dapat bermain dan menang. Sean tak ragu melibatkan hukum untuk turut ambil bagian dalam kasus yang menimpa keluarganya.

Alexa melirik Sean yang tanpa sadar hanyut dengan pikirannya sendiri. "Sepertinya kita punya pendapat berbeda untuk menangani kasus ini." Ujarnya lembut.

Sean membalas lirikan Alexa. Namun tak ada yang ingin ia katakan menanggapi kalimat tersebut. Entahlah, ia bahkan mengurungkan niatnya untuk menunjukkan rekaman perbincangan antara ia dan James Brenner pagi tadi. Semua itu, mungkin tak berguna setelah apa yang ibunya lakukan.

Sepersekian detik Sean melirik wajah ibunya, tatapannya kemudian justru teralih ke hal yang lain. Ke tangan wanita itu, ke jemari-jemari halusnya yang kini tengah menggenggam kemudi. Di jari manis wanita itu, melingkar sebuah cincin berwarna kuning keemasan.

THEIR MERMAN [COMPLETE]حيث تعيش القصص. اكتشف الآن